Jumat, 21 Desember 2018

Buah Pikiran Gus Dur Bidang Ekonomi Di Kementerian Desa

Dr. K. H. Abdurrahaman Wahid [Photo: Wikipedia]
Kita tentu masih ingat satu-satunya Presiden Republik Indonesia tidak ganteng (kecuali oleh isteri, anak dan cucu-cucunya) bahkan memiliki kekurangan penglihatan. Presiden ini pun masa jabatannya tersingkat kedua dari para pendahulunya. Selain itu kebijakan-kebijakan yang diambil oleh beliau menjadi kontroversial. Presiden Republik Indonesia yang kita sebut tadi yaitu Presiden keempat yang bernama lengkap: Dr. K. H. Abdurrahaman Wahid. Nama Beliau pun tidak ada Wahid karena aslinya sejak lahir yaitu Abddurahman Addakhil, sedangkan untuk nama panggilan lainnya yang kita kenal sekarang yaitu Gus Dur merupakan panggilan kemormatan disebabkan beliau adalah anak dari K. H. Wahid Hasyim.


K. H. Wahid Hasyim [Photo: NU.or.id]
Gus Dur merupakan hasil didikan ayahnya untuk terjun ke dunia politik sehingga ayahnya selalu mendidik beliau di luar kewajaran seorang muslim. Oleh sebab itulah buah pikir beliau selalu luas dan menjangkau seluruh sendi kehidupan umat manusia.



KAMPUNG GUSDURIAN (GUSDURIAN.NET]

Pemikiran Beliau tersebut sangatlah menginspirasi seluruh rakyat Indonesia sehingga hanya Beliau-lah yang punya banyak pengagum atau pengikut walau sudah wafat tetap ada. Bahkan pengikutnya membuat website gusdur.net untuk mengumpulkan hasil pemikiran-pemikiran Beliau yang dapat didokumentasikan oleh pengikutnya. 


Dari sekian banyak pemikiran Gus Dur terutama di bidang ekonomi mikro untuk desa-desa di Indonesia sangat diperhatikan oleh beliau. Hal itu tercantum dalam skripsi sdr. Ahmad Hisyam yang berjudul: "Gagasan Ekonomi Gusdur 1984-2001", yang menyebutkan bahwa:
 "Dengan perekonomian yang carut marut, Gus Dur dengan pemikirannya memimpikan adanya suatu jaringan perbankan pedesaan, seperti yang ada di Bangladesh dengan Grameen Bank.". 
Bank Pedesaan ini diharapkan memberikan kredit kepada para warganya yang sulit meminjam dari bank pemerintah ataupun bank swasta. 

Selain itu Gus Dur menolak paham ajaran bahwa bunga bank itu riba karena beliau tahu bahwa membentuk jaringan perbankan adalah langkah tepat untuk tidak terjebak permainan ekonomi perbankan pada umumnya. Petani cengkeh juga mendapat perhatian khusus dari Gus Dur dimana harga cengkeh naik melonjak tajam. 

Buah pikiran Gus Dur tentang ekonomi ini adalah ekonomi kerakyatan dimana pemerintah dalam bidang ekonomi harus mementingkan kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi untuk masyarakat terutama di desa-desa. 

Buku-buku yang membahas pemikiran Gus Dur tentang ekonomi untuk pedesaan terdapat pada buku berjudul:

  1. "Tabayyun Gus Dur: Pribumisasi Islam Hak Minoritas Kultural Islam dan Demokrasi", Yogyakarta, LKiS, 1998. 
  2. "Islamku, Islam Anda, Islam Kita", Wahid Institute, 2006.
  3. "Gus Dur, Nu dan Masyarakat Sipil", LKiS, Yogyakarta, 1994.

Gus dur telah memikirkan konsep masyarakat di pedasaan yaitu dengan konsep humanisasi, dimana pada jaman sebelumnya menerapkan konsep industrialisasi sehingga para petani, peternak dan nelayan di desa-desa tidak diperhatikan. Konsep selanjutnya adalah kebebasan ekonomi dengan memberikan modal usaha kepada masyarakat desa. Yang terakhir adalah konsep keimanan yang benar tentang ekonomi itu sendiri sebagai contoh salah pengertian tentang bunga bank yang dianggap riba.


Logo Kementerian Desa [wikipedia.org]
Oleh karena itulah pemerintah berikutnya membentuk satu lembaga yaitu Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia. Pemerintahan selanjutnya mengubah namanya menjadi Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan berganti lagi namanya menjadi: "Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi" pada tahun 2015 yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 12 tahun 2015.

Pemerintahan Presiden Republik Indonesia 2014-2019 yaitu Bapak Joko Widodo pun sangat serius dalam mendukung program dari kementerian Desa ini dengan mengucurkan dana dari tahun 2014 sampai dengan sekarang sebesar Rp. 180 Trilyun. Hal itu disampaikan Bapak Presiden saat diundang pada Haul Gus Dur dan Konsolidasi Partai dimana kita ketahui Menteri yang menjabat Kemendes itu adalah dari salah satu partai tersebut.

Haul Gus Dur yang kesembilan tersebut diadakan di Balai Sarbini pada Hari Senin tgl. 17 Desember 2018, peringatan Haul tersebut membuat saya teringat kembali kata yang sangat fenomenal kala itu yang berbunyi: "GITU AJA KOK REPOT". 

Semoga buah pikiran Gus Dur di bidang ekonomi terutama di kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi selalu memudahkan para masyarakat desa. Kalau program pemerintah untuk desa saja dibuat sulit yuk serentak bilang:

G  I  T  U   A  J  A   K  O  K   R  E  P  O  T .  .  .  .  !

Salam Gusdurian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar