Sabtu, 17 September 2016

Diseminasi PMI: Mereka Tulus dan Militansi Tingkat Tinggi untuk Berkorban

Palang Merah Indonesia di Indonesia sudah lama dibentuk oleh Presiden RI Ir. Soekarno tepatnya sebulan setelah Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu pada tanggal 17 September 1945. Sejak saat itu PMI bekerja tanpa lelah membantu para korban bencana alam baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebelum BNPB terbentuk PMI selalu siap siaga terhadap bencana alam, perang dan bencana lainnya yang membutuhkan pertolongan kepada korban secara cepat, tepat dan tertolong.


Bapak Hj. Muhammad Muas, SH. sebagai Pemateri Pertama 

Hal tersebut diatas saya peroleh saat Diseminasi Kepalangmerahan bagi Mitra Palang Merah Indonesia yang berlokasi di Gedung PMI DKI Jakarta pada hari Kamis dan Jumat tgl. 15-16 September 2016. Diseminasi ini terbagi atas 2 hari yaitu pertama tentang Sejarah PMI dan Kepalangperahan untuk pemuda dibawakan oleh Bapak H. Muhammad Muas, SH. yang dalam periode sekarang ini menjabat sebagai Ketua PMI Pusat bidang Sukarelawan. 

Bapak Muas ini menyebutkan dulunya  pertama kali bergabung dalam kesukarelawanan di sebuah organisasi kepemudaan yang dikelola oleh satu agama. Walau di sebuar organiasi yang dikelola agama beliau tidak pernah membeda-bedakan korban jika dibutuhkan pertolongan darinya.

PMI hadir karena negara Indonesia menurut data geografi di Indonesia adalah negara yang rawan gempa karena terdapat patahan-patahan bumi dan juga gunung-gunung yang sangat banyak. Menurut data bahwa total Area di Indonesia seluas 5,2 Juta Km2 terdiri dari: 1,9 Juta Km2 di Darat dan 3,3 Juta Km2 di Laut. Indonesia terbentang dari ujung barat ke ujung timur berjarak 5.110 Km, dengan tiga zona waktu yaitu Waktu Indonesia bagian Barat; Waktu Indonesia Tengah dan Waktu Indonesia Timur. Selain itu juga terdapat 17.583 Pulau, sungainya berjumlah 5.800 dimana 500 sungai besar tersebut 30 % diantaranya melewati area populasi padat. Gunung Api di Indonesia berjumlah kurang lebih sebanyak 500 dan 128 diantaranya adalah gunung aktif yang setiap saat dapat meletus kapan saja.

Menurut data sumber BNPB tahun 2012 bahwa kejadian bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah bencana Banjir yaitu 4.121 kejadian (38%), bencana tanah longsor 1.983 kejadian (18%), bencana Angin sebanyak 1.903 kejadian (18%) dan bencana kekeringan sebanyak 1.414 kejadian (13%). Sedangkan korban orang hilang dan meninggal akibat bencana tersebut berjumlah 225.509 orang dan paling besar mengalami korban jiwa adalah pada Gempa Bumi dan Tsunami sebanyak 174.101 jiwa dan akibat banjir dan tanah longsor sebanyak 7.555 jiwa.

Sesuai dengan visi PMI yang sesuai dengan rencana dan strategi (Renstra) tahun 2009-2014 yaitu: "Terwujudnya PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang Profesional, Tanggap dan Dicintai Masyarakat" maka dibutuhkan militansi tingkat tinggi untuk berkorban. Bahkan menurut Bapak Muas beliau adalah sebagai contoh bahwa setelah bekerja dan pensiun dini disebabkan telah mengenal kegiatan relawan dan juga telah dibentuk dengan militansi yang tinggi maka beliau langsung bergabung ke PMI. 

Bapak Muas juga bercerita bahwa seluruh aktivis atau relawan yang tergabung dengan PMI kecuali pegawai kantor PMI tidak ada gaji diterima tetapi mereka menerima fasilitas jika ditempatkan atau diminta untuk utusan ke daerah atau bahkan ke luar negeri. Para aktivis dan relawan PMI adalah mereka yang tulus membantu sesama manusia dengan rela meninggalkan keluarga bahkan hartanya hanya untuk menolong sesama manusia. 

Dengan Militansi yang tinggi mereka dilatih untuk menangani korban-korban bencana secara profesional bahkan PMI lebih dikenal di Mancanegara untuk membantu korban-korban bencana. Maka dengan niat tulus dan militansi yang tinggi dipastikan Allah yang Maha Kuasa dapat melindungi para aktivis dan relawan bekerja sesuai dengan porsinya. 

Untuk itu yuk bagi yang mempunyai anak-anak 10-12 tahun diajak bergabung menjadi Palang Merah Remaja periode Pemula, Madya yaitu umur 12-15 tahun dan Wira umur 15-17 tahun. KSR PMI adalah Korps Sukarela yang terbentuk dari elemen Mahasiwa/i dan kelompok masyarakat yang berumur 18-35 tahun sedangkan TSR PMI adalah Tenaga Sukarela yang terbentuk dari individu perorangan yang mempunyai keahlian tertentu atau lanjutan dari PMR tadi. DDS adalah Donor Darah Sukarela yang diharuskan adalah perorangan dengan usia minimal 19 tahun.

Berbicara tentang donor darah PMI juga menerima donor darah dan sampai saat ini kegiatan donor darah di PMI sudah melakukan penerimaan donor darah apapun yang telah diseleksi, Penyeleksian donor dan pengambilan darah termasuk Aphresis. PMI juga mengolah komponen darah dan mengadakan serangkaian test Serologic untuk IMLTD juga test ulang golongan darah. Selain itu juga PMI menyimpan, mencatat dan menyalurkan ke banyak Rumah Sakit. Bagian Donor darah PMI tersebut juga dapat melakukan uji silang serasi terhadap hasil test laboratorium yang telah terdaftar donornya di PMI, dapat juga melakukan uji lab. Referal yaitu untuk darah yang incomp. 

Donor Darah di PMI sekarang sudah tersebar di 5 cabangnya yang ada di Jakarta dengan jadwal pelayanan yaitu:
Jakarta Utara melayani donor darah setiap hari dan pelayanan darah.
Jakarta Barat dan Jakarta Timur melayani donor darah setiap hari Senin sampai dengan Kamis.
Jakarta Selatan melayani donor darah setiap hari Selasa sampai dengan Kamis.
Jakarta Pusat melayani donor darah setiap hari Jumat.

Persyaratan untuk menjadi pendonor yaitu:

  1. Berat minimal 45 Kg.
  2. Level minimal Haemoglobin 12. g/dL.
  3. Tekanan Darahnya harus: Sistol 100-180 mmHg, Diastol 50-100 mmHg dan Nadi 50-100 / menit.
  4. Calon Pendonor tidak mempunyai penyakit: Tekanan darah tinggi, Tekanan darah rendah, kurang darah (Anemia), penyakit kulit yang kronis, gangguan pendarahan, kencing manis, penyakit hati, ginjal, jantung, paru-paru, ayan, kejang-kejang dan kanker.
  5. Calon pendonor tidak sedang dalam menstruasi, hamil atau menyusui.
  6. Pemeriksaan fisik sederhana dalam batas normal.
  7. Cukup tidur dan makan.
  8. Berumur 17-60 tahun atau 65 tahun jika sering donor darah.
  9. Diperiksa oleh dokter terlebih dahulu baik di Rumah Sakit atau di PMI.
  10. Calon Pendonor adalah yang mempunyai resiko rendah, tidak berperilaku beresiko, tidak pecandu alkohol dan pecandu narkotik dan tidak bertatto. 
  11. Calon pendonor adalah tidak menderita penyakit kulit di sekitar tempat tusukan lengan, tidak mempunyai penyakit infeksi yang ditularkan dalam darah dan tidak sedang diare.
  12. Calon pendonor tidak mendapat transfusi darah dalam 6 bulan terakhir.
  13. Tidak mendapat imunisasi virus yang dilemahkan dalam 2 minggu terakhir.
  14. Tidak mengkonsumsi Aspirin dalam 3 hari terakhir (khusus untuk pendonor trombosit).
  15. Mengisi Formulir yang telah disediakan oleh PMI.
  16. Jarak mendonor terakhir  minimal 8-12 Minggu dan maksimal 5 kali donor dalam setahun.


Berikut daftar Rumah Sakit yang bekerjasama dengan PMI untuk distribusi darahnya yang dinamai dengan Bank Darah Rumah Sakit yaitu:

  1. RSAB Harapan Kita
  2. RS. Al Mintoharjo
  3. RS. Budi Kemuliaan
  4. RS. Cikini
  5. RS. Cipto Mangunkusumo
  6. RS. Fatmawati
  7. RS. Siloam Graha Medika
  8. RS. Haji
  9. RS. Husada
  10. RS. Islam Jakarta
  11. RS. Islam Jakarta Timur
  12. RS. Jakarta
  13. RS. Jantung Harapan Kita
  14. RS. Kanker Dharmais
  15. RS. Koja
  16. RS. Medhistra
  17. RS. Mitra Internasional
  18. RS. Mitra Kelapa Gading
  19. RS. Mitra Kemayoran
  20. RSPAD. Gatot Subroto
  21. RSUD Pasar Rebo
  22. RS. Pelni Petamburan
  23. RS. Persahabatan
  24. RS. Pusat Pertamina
  25. RS. Pluit
  26. RS. Saint Carolus
  27. RS. Sumber Waras
  28. RS. UKI
  29. RS. Gading Pluit
  30. RS. Harapan Bunda
  31. RS. Pondok Indah
  32. RS. Hermina Jatinegara
  33. RS. POLRI Sukamto
  34. RS. Royal Taruma
  35. RS. Atmajaya
  36. RS. Pantai Indah Kapuk (Persiapan)
  37. RS. Graha Kedora (Persiapan)
  38. RS. MRCCC Siloam Semanggi (Persiapan)
  39. RS. Tarakan (Persiapan)
  40. RS. MMC (Persiapan)
  41. RS. Mayapada (Persiapan)
  42. RS. Thamrin (Belum diresmikan)
  43. RS. Siloam TB. Simatupang (Belum diresmikan)
  44. RS. Puri Indah (Belum diresmikan)
  45. RS. Satya Negara (Belum diresmikan)
  46. RS. Hermina Daan Mogot(Belum diresmikan)
  47. RS. MK. Kalideres (Belum diresmikan)
  48. RS. Hermina Podomoro (Belum diresmikan)

Oh ya donor darah juga banyak manfaatnya yaitu:
  1. Dapat mengetahui golongan darah
  2. Kadar Hb dapat terpantau 3 bulan sekali
  3. Dapat terpantau 4 macam penyakit yaitu: HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis.
  4. Menurunkan Kadar zat besi teroksidasi sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung dan stroke (Menurut penelitian dari Journal of American Medical Association dan Journal of Epidemiology).
  5. Dapat membakar hingga 650 Kalori (Menurut penelitian University of California, San Diego)
Berikut harga yang ditetapkan untuk setiap kantong darahnya yaitu:
  1. Harga Rp. 510.000,- Jika ada datang dari Rumah Sakit di wilayah DKI Jakarta tetapi keluarga pembeli darah adalah warga non DKI Jakarta atau Warga DKI Jakarta dengan persyaratan tidak lengkap.
  2. Harga Rp. 660.000,- Jika ada datang dari Rumah Sakit di luar wilayah DKI Jakarta tetapi keluarga pembeli darah adalah warga non DKI Jakarta atau Warga DKI Jakarta dengan persyaratan tidak lengkap.
  3. Harga Rp. 360.000,- Jika ada datang dari Rumah Sakit di wilayah DKI Jakarta atau diluar wilayah DKI Jakarta tetapi keluarga pembeli darah adalah warga DKI Jakarta dengan mengisi formulir di tandatangan keluarga atau penerima darah, Fotocopy (KTP, KK dan Akte Bayi / Anak yang belum masuk KK).
  4. Harga Rp. 360.000,- Jika ada datang dari Rumah Sakit Khusus (AB. Harapan Kita, Atmajaya, Al Mintoharjo, Budhi Asih, Cipto Mangunkusumo, Cengkareng, Duren Sawit, Fatmawati, Gatot Subroto, Harapan Bunda, Hermina Podomoro, Islam Pusat, JMC/JKC, Jantung Harapan Kita, Kanker Dharmais, Koja, Pasar Rebo, Persahabatan, POLRI, Soelianti Saroso, Tarakan, UKI dan YGDI) tetapi keluarga pembeli darah adalah warga non DKI Jakarta dengan mengisi formulir di tandatangan keluarga atau penerima darah dan ada stempel "NAT JKN" pada formulir tersebut, Fotocopy (KTP, KK dan Akte Bayi / Anak yang belum masuk KK) dan terdiagnosa yaitu khusus penyakit Thalesemia, Hemofilia dan Hemodialisa.

Demikian diseminasi Kepalangmerahan yang saya ikuti, semoga bermanfaat....