Rabu, 26 Juni 2019

Tertular Penyakit Karena Mencium, Ah yang bener...?

Mencium adalah kegiatan yang menyenangkan, karena bagi orang yang dapat mencium adalah orang yang bahagia. Namun ada orang yang mencium tetapi malah tertular penyakit, penyakit apakah itu? Penyakit yang disebabkan karena mencium ini adalah penyakit Jantung, Stroke, Tuberkolosis, Diabetes, dan masih banyak lagi. Penularan penyakit disini bukanlah penularan secara langsung tetapi penyakit yang berakibatkan terpapar ataupun terkena secara langsung.


Workshop Blogger Kesehatan (18-19 Juni 2019)

Penciuman itu disebabkan adanya aktivitas orang lain yang menghisap sebatang rokok dimana kita sebagai yang bukan perokok mencium asap rokok tersebut. Hal tersebut saya ketahui dari Workshop Blogger Kesehatan dengan thema "Cegah dan Kendalikan PTM". Workshop ini diselenggarakan atas peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan yang juga penggerak "GERMAS" yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Acara ini diadakan pada tgl. 18-19 Juni 2019 di Jakarta yang dihadiri oleh Blogger dan beberapa pranata pelayanan di Rumah Sakit ataupun lainnya.



Banyak ilmu yang saya peroleh dari workshop tersebut terutama tentang Penyakit Tidak Menular (PTM), bahaya merokok terhadap penyakit tidak menular dan gaya hidup sehat agar tidak terkena penyakit tidak menular. Workhsop dibuka oleh Ibu dr. Cut Putri Arianie, MHKes. yang menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (seharusnya P3TM tapi lebih enak disebut P2PTM). 


Ibu dr. Cut Putri Arianie, MHKes. yang menjabat sebagai
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Mencegah Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular.

Setelah dibuka oleh ibu direktur dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ibu dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA. dengan judul: "Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular". Beliau menjabat sebagai Kasubdit Penyakit Paru Kronis dan Gangguan di Litbang PTM. 

Dari penjelasan Ibu Sandra dapat disimpulkan bahwa faktor resiko dapat dicegah sampai dengan 80% dengan pencegahan sebagai berikut:

Perbanyak aktifitas fisik
Dalam beberapa tahun terakhir dapat kita lihat bahwa semakin banyak orang-orang semakin bertambah berat badannya disebabkan berkurangnya aktifitas fisik. Hal tersebut dipengaruhi oleh semakin dimanjakannya manusia dimana jika mau pergi ke manapun ada ojek online, lapar ada pesan makan online. Sehingga aktifitas fisik semakin sedikit. Maka wajar penyakit tidak menular semakin meningkat tajam karena aktifitas fisik semakin berkurang.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur
Banyak juga orang yang tidak suka sayur bahkan buah, ketidaksukaan dengan buah dan sayur mengakibatkan asupan gizi berkurang dan mengakibatkan organ tubuh kita berkurang aktifitas di dalam tubuh kita.

Kurangi merokok bagi yang aktif merokok atau stop sekarang juga.
Merokok pada dasarnya hanya kenikmatan sesaat, jadi bagi orang yang sudah candu merokok hanyalah ingin menikmati kenikmatan tersebut. Jadi merokok apalagi orang yang mencium asap rokok dapat menyebabkan penyakit tidak menular karena mereka menjadi perokok pasif. Jika ingin umur panjang maka kurangi aktifitas merokok atau kalau bisa stop sekarang juga.

Kurangi konsumsi alkohol bagi yang aktif mengkonsumsi alkohol berlebihan atau stop sekarang juga.
Alkohol jika dikonsumsi dalam batas minimal maka akan menghangatkan tubuh, namun jika berlebihan baik takaran dan kadar alkoholnya akan menyebabkan terganggunya sistem tubuh. Jika sistem tubuh terganggu dan dilakukan secara rutin maka banyak penyakit menyerang baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh itu sendiri. Untuk itu kurangi konsumsi alkohol sampai batas minimal atau jika sudah cek up ke dokter maka pastilah dokter menyuruh untuk stop konsumsi alkohol.


Apa yang dilakukan oleh orang yang terkena PTM ini?
Pada hari kedua workshop ini kami sejumlah 10 orang ditugaskan untuk mengunjungi Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit utama dan satu-satunya rumah sakit yang mengobati pasien dengan penyakit jantung dan kardiovaskular di Indonesia. Saat saya mengunjungi rumah sakit ini, pada bagian ruang tunggu sangat dipenuhi dengan pasien ataupun keluarga yang mengurus administrasi dan hal lainnya.

Oh ya saat workshop hari pertama salah satu peserta workshop merupakan peserta dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita aktif bertanya dan menyambut dengan baik peserta yang berkunjung ke rumah sakit ini. Begitu juga dengan Direktur dari Rumah sakit ini memberikan kata sambutan saat pengarahan sebelum kami berkunjung ke ruangan pemulihan. Sebelum kunjungan juga ada pemaparan tentang Penyakit Tidak Menular oleh dr. Ade Meidian Ambari, SpJP., FIHA., FAsCC. 

Saat mengunjungi fasilitas di rumah sakit ini kami juga mewawancarai salah satu pasien yang telah diobati dengan penyakit Jantung akibat merokok dan meminum alkohol secara berlebihan. Pasien ini sangat antusias memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dengan kartu BPJS dengan keanggotaan Mandiri. Beliau juga menyebutkan telah berhenti dari merokok dan meminum-minuman keras juga anak-anaknya telah berhenti merokok juga. 

Setelah selesai wawancara beberapa peserta diberikan cek jantung secara singkat namun cuma beberapa peserta saja karena pada takut diketahui penyakit yang bersarang pada tubuhnya.


Jadi untuk mencegah penyakit tidak menular ini sangat mudah dan tidak berat, sehingga agar tetap sehat hanya melakukan aktifitas fisik lebih banyak lagi dan makan buah dan sayur serta menghindari asap rokok dan minuman keras loh...

Untuk informasi penyakit tidak menular lebih jauh lagi dapat membuka websitenya di P2PTM atau sosial medianya di twitter dan instagram.


Yuk hidup sehat agar tidak terkena penyakit tidak menular....